Jurnal

cover-jurnal-kapu_14 JURNAL

Komunitas Anti Pencucian Uang

Vol. 1 No. 1, April 2008

ISSN 1979-2948 

 

E D I T O R I A L   

Komunitas Anti Pencucian Uang adalah nama yang sengaja dipilih untuk jurnal ini mengingat perlunya suatu media yang diharapkan dapat menjalin dan mempererat kebersamaan yang semakin akrab dan harmonis antar sesama pemangku kepentingan (stakeholder) yang berperan dalam upaya mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Indonesia.

Meminjam definisi George Hilery Jr., “komunitas merupakan orang-orang yang bertempat tinggal di suatu daerah terbatas secara geografis, yang terlibat dalam interaksi sosial dan memiliki satu atau lebih ikatan psikologis antara satu sama lain”. Tentu, pengertian komunitas dalam konteks penerbitan jurnal itu lingkupnya tidaklah sekecil yang disampaikan oleh George tersebut, tetapi esensinya tetap sama.

Eksistensi sebuah komunitas memerlukan adanya ikatan fungsional di antara sesama warga dan wilayah territorialnya masing-masing. Perpaduan kedua unsur tersebut, dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang sedemikian tinggi, sehingga membedakannya dari satuan sosial yang lebih luas yaitu masyarakat. Keberadaan Jurnal ini berupaya menjembatani keinginan dan kebutuhan dari warga Penyedia Jasa Keuangan (PJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kepolisian, Kejaksaan, Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan reporting parties lainnya untuk menciptakan satu perasaan community sentiment.

Dalam ilmu sosial community sentiment memiliki tiga ciri penting: pertama, seperasaan  sehingga setiap warga dapat memanfaatkan media ini sebagai ranah untuk dapat mengungkapkan perasaan yang muncul dari dalam dirinya; kedua, sepenanggungan, di mana setiap individu sadar akan peranannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat sendiri memungkinkan peranannya dalam kelompok dijalankan; dan ketiga, saling memerlukan, di mana individu yang tergabung dalam suatu komunitas merasa dirinya tergantung pada komunitasnya. Hakekat komunitas dengan ciri-ciri seperti ini menjadi modal sosial (social capital) penting untuk dapat melakukan suatu pekerjaan besar seperti upaya membangun rezim anti pencucian uang yang efektif dan efisien di Indonesia. Upaya kita membangun rezim anti pencucian yang efektif dan efisien seyogiyanya dimulai dengan meletakkan fondasi yang kuat dan kokoh. Fondasi yang kuat dan kokoh ini seringkali dimulai oleh sekelompok kecil komunitas yang ada di tengah-tengah masyarakat guna menyokong ”pekerjaan besar” tadi agar dapat diujudkan secara nyata.  

Untuk itu diperlukan sebuah sinergi yang kuat antara PJK, PPATK, aparat penegak hukum (Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, Kejaksaan, Hakim), kalangan akademis, LSM, serta reporting parties lainnya. Semoga dengan kehadiran jurnal Kominitas Anti Pencucian Uang ini dapat menjadi media yang mampu mewujudkan sinergi di antara pemangku kepentingan. Komunitas ini dapat pula berjalan secara langgeng bilamana mendapat dukungan dari warga komunitas anti pencucian uang dan para pembaca budiman.

Selamat membaca.

Salam dari Redaksi  

=========000 

Isi Jurnal 

·         “Perlunya Penguatan Kerjasama Antar Pemangku Kepentingan Dalam Penegakan Hukum TPPU” oleh Dr. Yunus Husein, SH, LL.M, Kepala PPATK.

·         “Sinergi Antara Ditjen Bea Cukai dan PPATK Dalam Pembangunan Rezim Anti Pencucian Uang di Indonesia” oleh Irjen Pol Drs. Susno Duadji, SH, MSc, Kapolda Jabar.

·         “RENSTRA 2007 – 2011: Arah Kebijakan PPATK Guna Mewujudkan Good Governance” oleh Drs. Priyanto Soewarno, Wakil Kepala PPATK Bidang Administrasi.

·         “Tindak Pidana Perpajakan dan Pencucian Hasilnya” oleh Prof. Dr. Gunadi, MSc, Ak, Wakil Kepala PPATK Bidang Riset, Analisis dan Kerjasama Antar Lembaga.

·         Illegal Logging Dalam Perspektif Anti-Money Laundering” oleh Kombes I Ktut Sudiharsa, SH, MSi, Direktur Hukum & Regulasi PPATK.

·         “Pengaruh Perkembangan Telematika Terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang” oleh Agus Triyono, SH, MKn, staf Direktorat Pengawasan Kepatuhan PPATK.

·         “Citra Perbankan dan Pencucian Uang” oleh M. Natsir Kongah, staf Humas PPATK.

·         “Tantangan Pemberantasan Narkoba” oleh Garda T Paripurna, SH, LL.M., pegawai Bank Indonesia yang sedang mengikuti program doktor pada Center for Transnational Crime Prevention (CTCP) University of Wollongong, Australia.

·         “Teknik Penuntutan Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang” oleh Ramelan, SH, MH, Tenaga Ahli PPATK, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dan Staf Ahli Jaksa Agung.

1 Komentar Add your own

  • 1. jonathan  |  25 Juni 2010 pukul 3:53 am

    apakah jurnal ini berlangganan??? kalu iya bagaimana caranya???terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: